Bintang

Bintang Republik Indonesia

Bintang Republik Indonesia diadakan dengan tujuan untuk memberi kehormatan istimewa kepada mereka yang berjasa sangat luar biasa guna keutuhan, kelangsungan dan kejayaan Negara.

Bintang Republik Indonesia adalah tanda kehormatan yang tertinggi diantara tanda-tanda kehormatan.

Bintang Republik Indonesia berbentuk sebagai berikut :

Bintang emas bersudut tujuh, yang berpinggir putih dari email dan ujungnya berupa pentol mutiara, terletak pada tujuk berkas sinar emas dan tujuh berkas sinar mutiara, berkas mana masing-masing terdiri dari tujuh sinar (tiap-tiap sinar mutiara diwujudkan oleh serangkaian mutiara).

Pentol mutiara dari bintang itu terletak pada sinar emas yang berada di tengah sendiri.

Di tengah-tengah bintang emas ditulis huruf-huruf R.I. dari emas yang berarti Republik Indonesia di atas dasar biru tua dari email dan dilingkari oleh 17 butir mutiara yang berangkaian satu dengan yang lain.

Tepat di atas lingkaran mutiara ini terletak Lambang Negara pada sebuah dari tujuh sudut bintang.

Keterangan :

  1. Sudut tujuh adalah lambang dari 7 cakram yang berada di dalam tubuh manusia sebagai cabang sumber kekuatan hidup.
  2. Warna putih dari pingguran bintang melambangkan kesucian.
  3. Tujuh berkas sinar emas dan tujuh berkas sinar mutiara menghias tujuh cakram tersebut di atas.
  4. Huruf R.I. ditulis dengan warna kuning keemasan sebagai lambang kebijaksanaan di atas dasar biru tua sebagai lambang kesetiaan dan ke Tuhanan.
  5. Lingkaran yang terdiri dari rangkaian 17 mutiara mengingatkan pada hari Proklamasi Republik Indonesia.

I. BINTANG REPUBLIK INDONESIA (BRI):

  • Merupakan Tanda Kehormatan tertinggi diantara Tanda-tanda Kehormatan.
  • Tanda Kehormatan BRI terdiri dari 5 kelas:
  1. BRI Adipurna
  2. BRI Adipradana
  3. BRI Utama
  4. BRI Pratama
  5. BRI Nararya.
  • Tanda Kehormatan BRI Adipurna sampai dengan BRI Nararya, berpita selempang.

II. DASAR HUKUM

  • U.U. No. 5 Drt. Tahun 1959 tentang Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia.
  • U.U. No. 4 Tahun 1972 tentang Perubahan dan Tambahan Ketentuan beberapa jenis Tanda Kehormatan R.I. yang berbentuk Bintang dan tentang urutan tingkat/derajat Tanda Kehormatan Bintang.

III. TUJUAN

Untuk memberi kehormatan istimewa kepada mereka yang berjasa sangat luar biasa guna keutuhan, kelangsungan dan kejayaan negara.

IV. PERSYARATAN

  1. Umum:
    1. WNI
    2. Berakhlak dan berbudi pekerti baik
    3. Tidak pernah dihukum penjara lebih dari satu tahun karena melakukan kejahatan
  2. Khusus

Berjasa sangat luar biasa guna keutuhan, kelangsungan dan kejayaan negara.
Pengertian berjasa sangat luar biasa menurut penjelasan Pasal 1 U.U. No. 5 Drt. Tahun 1959 “Jasa-jasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa, kerajinan dan kesetiaan yang luar biasa dalam melakukan kewajibannya sebagai warga negara, kecerdasan yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
V. MEKANISME PENGUSULAN

  • Yang dapat bertindak sebagai pengusul:

– Perorangan
– Organisasi kemasyarakatan ataupun swasta
– Instansi Pemerintah

  • Mekanisme
  1. Surat usul penganugerahan ditandatangani oleh Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan Lembaga Pemerintahan Non Departemen diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
  2. Surat usul dari Gubernur diajukan kepada Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND yang ada kaitannya dengan bidang jasanya, tembusan Menteri Dalam Negeri, selanjutnya oleh Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND yang bersangkutan diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
  3. Surat usul dari perorangan, organisasi kemasyarakatan ataupun swasta, diajukan kepada Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND yang ada kaitannya dengan bidang jasanya secara berjenjang melalui Bupati/ Walikota dan Gubernur masing-masing dengan tembusan Menteri Dalam Negeri, selanjutnya oleh Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
  4. Penunjukan dari Presiden/Wakil Presiden akan diteruskan kepada Dewan TKRI.

Sebelum usul diajukan kepada Presiden melalui Dewan Tanda-Tanda Kehormatan RI, usul-usul dari perorangan/ masyarakat/ organisasi non pemerintah/instansi/departemen diteliti dan dikaji oleh “Tim Peneliti” Tanda Kehormatan Instansi/ Departemen. Apabila dinilai memenuhi persyaratan, kemudian diajukan kepada Presiden melalui Dewan Tanda Kehormatan R.I. Semua usulan akan dibahas dalam sidang Dewan Tanda Kehormatan RI. Hasil sidang merupakan bahan pertimbangan Presiden dalam penganugerahan tanda kehormatan.

  • Usul bersifat rahasia diajukan secara tertulis dengan dilampirkan
  1. Riwayat Perjuangan/Uraian Jasa lengkap.
  2. Riwayat Hidup Lengkap.
  3. Data-data pendukung
    Surat Keputusan, Piagam Penghargaan, Rekomendasi dari instansi terkait).

VI. PEMAKAIAN

  • Waktu Pemakaian
    Dipakai pada waktu upacara resmi/hari-hari besar nasional pada Pakaian:

    • Pria : PSL
    • Wanita : Nasional
    • TNI/Polri : – PDU-I
      – Dipakai sehari-hari pada Pakaian Dinas dalam bentuk pita harian.

Bintang beserta patra dipakai waktu siang hari, sedangkan miniatur dipakai pada malam hari.

  • Cara Pemakaian, diselempangkan dari pundak kanan kepinggang kiri.
  • Ahli waris, hanya boleh menyimpan tetapi tidak berhak memakai.

Bintang Mahaputera

I. TANDA KEHORMATAN BINTANG MAHAPUTERA (BMP).

  • Merupakan Bintang Sipil tertinggi sesudah BRI.
  • Tanda Kehormatan BMP terdiri dari 5 kelas:
    – TK. BMP Adipurna (Adhi: yang paling super, Purna: Sempurna)
    – TK. BMP Adipradana (Adhi: yang paling super, Pradhana: yg pertama, yg terpenting)
    – TK. BMP Utama (Uttama: yg tertinggi, yg terbaik, yg terhebat)
    – TK BMP Pratama (Prathama: yg pertama)
    – TK. BMP Nararya (Nara: orang, aryya: terhormat)
  • TK. BMP Adipurna dan Adipradana, berpita selempang sedangkan BMP Utama, Pratama, dan Nararya berpita kalung.

II. DASAR HUKUM

  • U.U. No. 6 Drt. Tahun 1959 tentang Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera.
  • U.U. No. 4 Tahun 1972 tentang Perubahan dan Tambahan Ketentuan beberapa jenis Tanda Kehormatan R.I. yang berbentuk Bintang dan tentang urutan tingkat/derajat Tanda Kehormatan Bintang.

III. TUJUAN

Untuk memberi kehormatan tinggi kepada mereka yang berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa di suatu bidang tertentu di luar bidang militer.

IV. PERSYARATAN

  1. Umum:
    1) WNI
    2) Berakhlak dan berbudi pekerti baik
    3) Tidak pernah dihukum penjara lebih dari satu tahun karena melakukan kejahatan
  2. Khusus
    Berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa di suatu bidang tertentu di luar bidang militer.
    Pengertian berjasa luar biasa menurut penjelasan Pasal 1 U.U. No. 6 Drt. Tahun 1959 “Jasa-jasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa ialah perbuatan-perbuatan yang bermutu tinggi yang sangat bermanfaat bagi keselamatan dan kesejahteraan negara.
    Perbuatan-perbuatan itu meliputi suatu bidang tertentu di luar bidang militer, misalnya politik, ekonomi, keuangan, sosial, kebudayaan, pendidikan, keamanan, pembangunan, administrasi, ilmu pengetahuan, pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian, perdagangan, pelayaran, keamanan, sesuatu pendapatan baru dan sebagainya. Dalam perbuatan-perbuatan tersebut sudah tercakup kesetiaan terhadap nusa dan bangsa.

V. MEKANISME PENGUSULAN

  • Yang dapat bertindak sebagai pengusul:
    – Perorangan
    – Organisasi kemasyarakatan ataupun swasta
    – Instansi Pemerintah
  • Mekanisme
    a. Surat usul penganugerahan ditandatangani oleh Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan Lembaga Pemerintahan Non Departemen diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
    b. Surat usul dari Gubernur diajukan kepada Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND yang ada kaitannya dengan bidang jasanya, tembusan Menteri Dalam Negeri, selanjutnya oleh Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND yang bersangkutan diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
    c. Surat usul dari perorangan, organisasi kemasyarakatan ataupun swasta, diajukan kepada Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND yang ada kaitannya dengan bidang jasanya secara berjenjang melalui Bupati/ Walikota dan Gubernur masing-masing dengan tembusan Menteri Dalam Negeri, selanjutnya oleh Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
    d. Penunjukan dari Presiden/Wakil Presiden akan diteruskan kepada Dewan TKRI.
    Sebelum usul diajukan kepada Presiden melalui Dewan Tanda-Tanda Kehormatan RI, usul-usul dari perorangan/ masyarakat/ organisasi non pemerintah/instansi/ departemen diteliti dan dikaji oleh “Tim Peneliti” Tanda Kehormatan Instansi/ Departemen. Apabila dinilai memenuhi persyaratan, kemudian diajukan kepada Presiden melalui Dewan Tanda Kehormatan R.I. Semua usulan akan dibahas dalam sidang Dewan Tanda Kehormatan RI. Hasil sidang merupakan bahan pertimbangan Presiden dalam penganugerahan tanda kehormatan.
      • Usul bersifat rahasia diajukan secara tertulis dengan dilampirkan:
        a. Riwayat Perjuangan/Uraian Jasa lengkap.
        b. Riwayat Hidup Lengkap.
        c. Data-data pendukung
        Surat Keputusan, Piagam Penghargaan, Rekomendasi dari instansi terkait).

VI. PEMAKAIAN

  • Waktu Pemakaian
    Dipakai pada waktu upacara resmi/hari-hari besar nasional pada Pakaian:
    – Pria : PSL
    – Wanita : Nasional
    – TNI/Polri : – PDU-I
    – Dipakai sehari-hari pada Pakaian Dinas dalam bentuk pita harian.
    Bintang beserta patra dipakai waktu siang hari sedangkan miniatur dipakai pada malam hari.
  • Cara Pemakaian, diselempangkan dari pundak kanan ke pinggang kiri, sedangkan BMP berpita kalung dikalungkan.
  • Ahli waris, hanya boleh menyimpan tetapi tidak berhak memakai.

Bintang Sakti

Kepada anggota Angkatan Perang yang menunjukkan keberanian dan ketabahan tekad melampaui dan melebihi panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas militer di dalam maupun d luar pertempuran tanpa merugikan tugas pokok diberikan anugerah tanda kehormatan berupa suatu bintang kepahlawanan bernama ”Bintang Sakti”

Bintang Sakti dianugerahkan juga kepada Warga Negara Indonesia bukan anggota Angkatan Perang yang menjalankan tugas kemiliteran dan memenuhi ketentuan-ketentuan.

Bintang Sakti berbentuk sebagai berikut :

Sebuah bintang bersudut tujuh dibuat dari logam berwarna perak dengan garis tengah 35 milimeter, di sebelah muka dilukiskan tulisan ”MAHAWIRA” dan di sebelah belakang dilukiskan tulisan REPUBLIK INDONESIA.

Bintang disertai Patra yang bentuk dan kombinasi warnanya sama dengan bintangnya, berukuran garis tengah 50 mm.

Pita Bintang berupa pita kalung yang berukuran lebar 35 mm dan berwarna dasar kuning dengan 5 lajur merah lebar 1 mm yang membagi dalam bagian-bagian yang sama.

Bintang Dharma

Kepada anggota Angkatan Perang yang menyumbangkan jasa bakti melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas militer sehingga memberikan keuntungan luar biasa untuk kemajuan Angkatan Perang dan Negara diberikan anugerah tanda kehormatan berupa suatu bintang jasa yang berupa ”Bintang Dharma”.

Bintang Dharma dianugerahkan juga kepada Warga Negara Indonesia bukan anggota Angkatan Perang, sebagai penghargaan atas jasa-jasa luar biasa yang disumbangkannya khusus untuk kemajuan dan pembangunan Angkatan Perang Republik Indonesia.

Bintang Dharma berbentuk sebagai berikut :

Bintang bersudut lima yang dibuat dari logam berwarna perak dengan garis tengah 35 milimeter, di sebelah muka dilukiskan tulisan ”DARMAJAYA” dengan dilingkari rangkaian padi dan kapas, di sebelah belakang dilukiskan tulisan ”REPUBLIK INDONESIA”.

Bintang disertai Patra yang bentuk dan kombinasi warnanya sama dengan bintangnya berukuran garis tengah 50 mm.

Pita Bintang berupa pita kalung yang berukuran lebar 35 mm dan berwarna dasar hijau muda dengan satu lajur dikedua tepi masing-masing berukuran 2 mm.

Bintang Gerilya

Kepada setiap warga negara Indonesia, yang berjuang dan berbakti kepada Tanah Air dan Bangsa selama Agresi Belanda ke I dan ke II dengan menunjukan keberanian, kebijaksanaan dan kesetiaan yang luar biasa, dengan tidak mengingat golongan yang luar biasa, dengan tidak mengingat golongan pangkat, jabatan dan kedudukan, dapat diberikan anugerah tanda jasa berupa bintang kehormatan bernama ”Bintang Gerilya”

Bintang Gerilya berbentuk sebagai berikut :

Sebuah bintang bersudut lima dibuat dari baja dengan garis tengah 42 milimeter dan tengah-tengah didalam lingkaran dengan garis tengah 20 milimeter dilukiskan tulisan ”PAHLAWAN GERILYA” dengan dilingkari rangkaian padi.

Bintang disertai Patra yang bentuk dan kombinasinya sama dengan bintangnya, berukuran garis tengah 60 mm.

Pita Bintang berupa Pita Kalung yang berukuran lebar 35 mm dan berwarna dasar merah dengan 3 lajur berwarna putih lebar 3.5 mm yang membagi dalam bagian-bagian yang sama.

Bintang Jasa

I. TANDA KEHORMATAN BINTANG JASA

  • Bintang Sipil yang derajatnya setingkat di bawah Bintang Mahaputera, yang merupakan penghargaan dari pada jasa-jasa yang luar biasa dalam suatu bidang tertentu di luar bidang militer.
  • Tanda Kehormatan Bintang Jasa terdiri dari 3 kelas:
    – TK. Bintang Jasa Utama (Uttama: yg tertinggi, yg terbaik, yg terhebat)
    – TK Bintang Jasa Pratama (Prathama: yg pertama)
    – TK. Bintang Jasa Nararya (Nara: orang, aryya: terhormat)
  • TK. Bintang Jasa Utama, Pratama, dan Nararya berpita kalung.

II. DASAR HUKUM

  • U.U. No. 5 Tahun 1963 tentang Tanda Kehormatan Bintang Jasa.
  • U.U. No. 4 Tahun 1972 tentang Perubahan dan Tambahan Ketentuan beberapa jenis Tanda Kehormatan R.I. yang berbentuk Bintang dan tentang urutan tingkat/derajat Tanda Kehormatan Bintang.

III. TUJUAN

Untuk menghargai dan menghormati WNI yang berjasa besar terhadap negara dan bangsa dalam suatu bidang tertentu atau peristiwa atau hal tertentu.

IV. PERSYARATAN

  1. Umum:
    1) WNI
    2) Berakhlak dan berbudi pekerti baik
    3) Tidak pernah dihukum penjara lebih dari satu tahun karena melakukan kejahatan
  2. Khusus
    Berjasa besar terhadap nusa dan bangsa dalam suatu bidang tertentu atau peristiwa atau hal tertentu.
    Pengertian berjasa besar adalah jasa-jasa yang bermanfaat bagi keselamatan atau kesejahteraan atau kebesaran Negara dan Bangsa, jasa-jasa yang diberikan dengan keikhlasan pengorbanan yang sebesar-besarnya, misalnya menunaikan tugas yang melampaui kewajiban serta dengan rasa tanggungjawab yang besar atau jasa-jasa yang memperlihatkan keberanian dan ketabahan luar biasa dalam suatu peristiwa atau hal yang penting untuk keselamatan dan kesejahteraan negara.

V. MEKANISME PENGUSULAN

  • Yang dapat bertindak sebagai pengusul:
    – Perorangan
    – Organisasi kemasyarakatan ataupun swasta
    – Instansi Pemerintah
  • Mekanisme
    a. Surat usul penganugerahan ditandatangani oleh Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan Lembaga Pemerintahan Non Departemen diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
    b. Surat usul dari Gubernur diajukan kepada Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND yang ada kaitannya dengan bidang jasanya, tembusan Menteri Dalam Negeri, selanjutnya oleh Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND yang bersangkutan diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
    c. Surat usul dari perorangan, organisasi kemasyarakatan ataupun swasta, diajukan kepada Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND yang ada kaitannya dengan bidang jasanya secara berjenjang melalui Bupati/Walikota dan Gubernur masing-masing dengan tembusan Menteri Dalam Negeri, selanjutnya oleh Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan LPND diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
    d. Penunjukan dari Presiden/Wakil Presiden akan diteruskan kepada Dewan TKRI.

    Sebelum usul diajukan kepada Presiden melalui Dewan Tanda-Tanda Kehormatan RI, usul-usul dari perorangan/ masyarakat/organisasi non pemerintah/instansi/departemen diteliti dan dikaji oleh “Tim Peneliti” Tanda Kehormatan Instansi/Departemen. Apabila dinilai memenuhi persyaratan, kemudian diajukan kepada Presiden melalui Dewan Tanda Kehormatan RI. Semua usulan akan dibahas dalam sidang Dewan Tanda Kehormatan RI. Hasil sidang merupakan bahan pertimbangan Presiden dalam penganugerahan tanda kehormatan.

  • Usul bersifat rahasia, diajukan secara tertulis dengan dilampirkan:
    a. Riwayat Perjuangan/Uraian Jasa lengkap.
    b. Riwayat Hidup Lengkap.
    c. Data-data pendukung
    Surat Keputusan, Piagam Penghargaan, Rekomendasi dari instansi terkait).

VI. PEMAKAIAN

  • Waktu Pemakaian
    Dipakai pada waktu upacara resmi/hari-hari besar nasional pada Pakaian:
    – Pria : PSL
    – Wanita : Nasional
    – TNI/Polri : – PDU-I
    – Dipakai sehari-hari pada Pakaian Dinas dalam bentuk pita harian.
    Bintang beserta patra dipakai waktu siang hari sedangkan miniatur dipakai pada malam hari.
  • Cara Pemakaian, Bintang Jasa berpita kalung, dikalungkan.
  • Ahli waris, hanya boleh menyimpan tetapi tidak berhak memakai.

Bintang Budaya Parama Dharma

I. TANDA KEHORMATAN BINTANG BUDAYA PARAMA DHARMA.

  1. Bintang Budaya Parama Dharma adalah Bintang yang dianugerahkan bagi mereka yang telah menyumbangkan nilai-nilai luhur sebagai darma baktinya dalam bidang kebudayaan.
  2. Merupakan Bintang tertinggi di bidang kebudayaan.
  3. Tidak dapat dianugerahkan kepada orang asing
  4. Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma tidak berkelas
  5. Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma berpita kalung

II. DASAR HUKUM

  • U.U. No. 10 Tahun 1980 tentang Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma.
  • P.P. No. 12 Tahun 1986 tentang Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma.
  • Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 248/U/1996 tentang Pemberian Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma.

III. TUJUAN

  1. Untuk memberi penghargaan hanya kepada WNI yang berakhlak dan berbudi pekerti baik serta berjasa besar dalam bidang kebudayaan nasional.
  2. Untuk lebih meningkatkan peran serta WNI dalam mendorong kemajuan budaya bangsa.

IV. PERSYARATAN

  1. Umum:
    1) WNI
    2) Setia kepada Pancasila, UUD-1945 dan pemerintah R.I.
    3) Tidak pernah dihukum penjara lebih dari satu tahun karena melakukan kejahatan
    4) Berakhlak dan berbudi pekerti baik.
  2. Khusus
    1) Setia kepada nusa, bangsa dan negara
    2) Berjasa besar dalam meningkatkan, memajukan dan/atau membina satu atau beberapa bidang kebudayaan.

    Pengertian berjasa besar menurut penjelasan Pasal 1 U.U. No. 10 Tahun 1980 telah berhasil meningkatkan, memajukan atau membina kepribadian nasional dan watak bangsa melalui bidang kebudayaan dengan bersikap tanpa pamrih, yang melampaui tuntutan kewajibannya sebagai WNI.

    Bidang Kebudayaan meliputi:
    1) Seni (seni rupa, seni pertunjukan, seni sastra, dan seni media)
    2) Nilai budaya
    3) Ilmu pengetahuan (ilmu bahasa, ilmu kesusasteraan, ilmu-ilmu seni, ilmu sejarah, ilmu agama, antropologi, arkeologi, museologi, filosofi, geografi budaya, dan filsafat.
    4) Teknologi (tradisional dan modern).

V. MEKANISME PENGUSULAN

  • Yang dapat bertindak sebagai pengusul:
    – Perorangan.
    – Organisasi kemasyarakatan atau swasta.
    – Instansi Pemerintah.
  • Mekanisme
    a. Surat usul penganugerahan ditandatangani oleh Pimpinan Lembaga Negara atau Menteri atau Pimpinan Lembaga Pemerintahan Non Departemen diajukan kepadaMenteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata melalui Tim Tanda Kehormatan, tembusan Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan, selanjutnya oleh Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
    b. Surat usul dari Gubernur diajukan kepada Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata melalui Tim Tanda Kehormatan, tembusan Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri, selanjutnya usulan tersebut oleh Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
    c. Surat usul dari perorangan, organisasi kemasyarakatan ataupun swasta, diajukan secara berjenjang melalui Bupati/Walikota dan Gubernur kepada Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata melalui Tim Tanda Kehormatan, tembusan Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri, selanjutnya oleh Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata diajukan kepada Presiden melalui Dewan TKRI.
    d. Penunjukan dari Presiden/Wakil Presiden akan diteruskan kepada Dewan TKRI.

    Sebelum usul diajukan kepada Presiden melalui Dewan Tanda-Tanda Kehormatan RI, usul-usul dari perorangan/masyarakat/ organisasi non pemerintah/instansi/departemen diteliti dan dikaji oleh “Tim Tanda Kehormatan”. Apabila dinilai memenuhi persyaratan, kemudian diajukan kepada Presiden melalui Dewan Tanda Kehormatan RI.
    Semua usulan akan dibahas dalam sidang Dewan Tanda Kehormatan RI. Hasil sidang disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam penganugerahan tanda kehormatan.

  • Usul bersifat rahasia diajukan secara tertulis dengan dilampirkan:
    1. Untuk Seniman/Budayawan yang berstatus PNS:
    a. Daftar isian/angket.
    b. Daftar Riwayat Hidup dan Pekerjaan.
    c. Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai (DP3), dan
    d. Uraian jasa.
    2. Untuk Seniman/Budayawan yang bukan PNS:
    a. Daftar isian/angket
    b. Daftar Riwayat Hidup dan Pekerjaan
    c. Surat pernyataan tidak pernah dikenakan tindak pidana kejahatan, dan
    d. Uraian jasa.

VI. PEMAKAIAN

  • Waktu Pemakaian
    Dipakai pada waktu upacara resmi/hari-hari besar nasional pada Pakaian:
    – Pria : PSL
    – Wanita : Nasional
    – TNI/Polri : PDU-I.
    – TNI/Polri : – PDU-I
    – Dipakai sehari-hari pada Pakaian Dinas dalam bentuk pita harian.
    Bintang beserta patra dipakai waktu siang hari sedangkan miniatur dipakai pada malam hari.
  • Cara Pemakaian, Bintang Budaya Parama Dharma berpita kalung, dikalungkan.
  • Ahli waris, hanya boleh menyimpan tetapi tidak berhak memakai.

Bintang Yuda Dharma

Bintang Yudha Dharma adalah bintang Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dibagi dalam tiga kelas yaitu :

  1. Bintang Yudha Dharma Utama
  2. Bintang Yudha Dharma Pratama
  3. Bintang Yudha Dharma Nararya

Bintang Yudha Dharma dibuat dari logam dengan bentuk bintang bersegi lima yang segi-seginya mempunyai bayangan sinar api dan ujungnya berupa sebuah bulatan kecil (pentol) mutiara.

Di atas bintang tersebut terdapat bintang segi lima yang ujung-ujung seginya terletak di tengah-tengah diantara segi-segi bintang yang berujung pentol mutiara.

Di tengah bintang terdapat sebuah lingkaran yang diwujudkan oleh setangkai kapas dan seuntai padi, yang masing-masing terdiri dari delapan bunga kapas dan tujuh belas kelopak daun dan empat puluh lima butir padi. Di tengah-tengah antara padi dan kapas dilukiskan sebuah CAKRA yang berbentuk roda berujung tajam sebanyak 8 buah.

Tulisan Yudha Dharma dilukiskan di dalam lingkaran.

Warna Bintang Yudha Dharma adalah :

Seluruhnya putih perak.

Warna dasar lingkaran merah darah dari email.

Lukisan untaian padi dan kapas dilukis di atas lingkaran yang berwarna dasar putih email.

Warna lukisan-lukisan (cakra, tulisan, untaian bunga kapas dan padi) adalah kuning emas.

Ukuran dari Bintang Yudha Dharma adalah :

Jari-jari Bintang sampai ujung pentol mutiara 22.5 mm

Pita dari Bintang Yudha Dharma dibuat ari kain sutera yang mempunyai warna dasar putih perak

Pita dari Bintang Yudha Dharma Utama merupakan pita kalung beroset dan berukuran lebar 35 mm dan 6 lajur yang mempunyai ukuran warna sebagai berikut :

Dua lajur besar di pinggir (sebelah-menyebelah) berukuran 4 mm dan berwarna hijau.

Dua lajur kecil di tengah berukuran 1.5 mm dan berwarna merah.

Dua lajur kecil masing-masing diantara lajur pinggir dan lajur tengah berukuran 1.5 mm dan berwarna kuning emas.

Pita dari Bintang Yudha Dharma Pratama merupakan pita kalung tanpa roset dan berukuran lebar 35 mm, mempunyai 5 lajur yang masing-masing mempunyai ukuran dan warna sebagai berikut :

Dua lajur besar dipinggir (sebelah-menyebelah) berukuran 4 mm dan berwarna hijau.

Satu lajur kecil di tengah-tengah berukuran 1.5 mm dan berwarna merah.

Dua lajur kecil masing-masing terletak diantara lajur pinggir dan lajur tengah berukuran 1.5 mm dan berwarna kuning.

Pita Bintang Yudha Dharma Nararya merupakan pita gantung, berukuran lebar 35 mm, dan panjang 55 mm mempunyai 4 lajur yang masing-masing mempunyai ukuran dan warna sebagai berikut :

Dua lajur besar di pinggir berukuran 4 mm dan berwarna hijau.

Dua lajur kecil di tengah berukuran 1.5 mm dan berwarna kuning.

Bintang Yudha Dharma Utama dan Bintang Yudha Dharma Pratama disertai Patra yang bentuk dan kombinasi warnanya sama dengan bintangnya uang berukuran 60 mm.

Bintang Yudha Dharma dianugerahkan kepada :

Kepada anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia yang menyumbangkan jasa bakti dengan melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas pembinaan dan pengembangan hingga memberikan keuntungan luar biasa untuk kemajuan, perkembangan dan terwujudnya integrasi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia;

Karyawan Sipil HANKAM yang dalam tugasnya memperoleh hasil karya yang benar-benar dirasakan faedahnya oleh Pemerintah dan Negara Republik Indonesia dalam rangka perwujudan pembinaan untuk keutuhan dan kesempurnaan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia;

Warga Negara Indonesia bukan anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/Karyawan Sipil HANKAM yang berjasa besar dalam bidang pembangunan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan hasil yang benar-benar dirasakan faedahnya oleh Pemerintah dan Negara Republik Indonesia.

Warga Negara Asing yang berjasa dalam bidang pembangunan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Bintang Kartika Eka Paksi

Bintang Kartika Eka Pakci adalah Bintang TNI Angkatan Darat dibagi dalam tiga kelas yaitu :

  1. Bintang Kartika Eka Pakci Utama
  2. Bintang Kartika Eka Pakci Pratama
  3. Bintang Kartika Eka Pakci Nararya

Kepada Anggota Angkatan Darat yang dibidang tugas-tugas kemiliteran menunjukkan kemampuannya, kebijaksanaan dan jasa-jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban tanpa merugikan tugas pokok yang disumbangkan khusus untuk kemajuan dan pembangunan Angkatan Darat, dan tetap setia serta tidak pernah mengkhianati Republik Indonesia, diberikan anugerah Bintang Kartika Eka Pakci.

Bintang Kartika Eka Pakci dibuat dari logam, berbentuk seperti dilukiskan pada gambar, ialah sebuah Bintang bersudut 17 dengan garis tengah 55 mm untuk Bintang Kartika Eka Pakci Utama dan bergaris tengah 45 mm untuk Bintang Kartika Eka Pakci Pratama dan Kartika Eka Pakci Nararya, di sebelah muka Bintang tersebut dilukiskan sebuah Bintang bersudut 7 dan lukisan lambang Angkatan Darat Kartika Eka Pakci; serangkaian kapas berjumlah 8 buah dan setangkai padi terdiri dari 45 butir dengan ukuran lebar 6 mm melingkari Bintang bersudut 7 tersebut dari bawah ke atas, sedangkan pangkal tangkai kapas dan padi berkaitan di bawah, sedangkan ujung tangkainya bertemu di ujung Bintang bagian atas. Bintang Kartika Eka Pakci tersebut digantungkan pada kaitan seperti gambar terlampir yaitu lukisan 5 kuntum bunga melati dengan 10 helai daunnya, sebagai penggait Bintang pada pita kalung dan pita gantung.

Bintang Kartika Eka Pakci Utama berwarna emas keseluruhannya kecuali Bintang bersudut 7 berwarna perak dan disertai sebuah Patra yang berbentuk dan berwarna sama, denan ukuran lebih besar yaitu bergaris tengah 75 mm.

Bintang Kartika Eka Pakci Pratama, Bintang bersudut 17 serta lukisan lambang Kartika Eka Pakci berawarna emas, sedangkan rangkaian kapas padi dan Bintang bersudut 7 berwarna perak.

Bintang Kartika Eka Pakci Nararya, berwarna perak keseluruhannya kecuali lambang Kartika Eka Pakci berwarna emas.

Di sebelah belakang Bintang dilukiskan tulisan Republik Indonesia.

Pita kalung dari Bintang Kartika Eka Pakci Utama bercorak seperti dilukiskan pada gambar, berukuran lebar 35 mm berwarna dasar hijau tua, mempunyai lajur 6 buah berwarna merah dan kuning dengan lebar 4 mm untuk lajur berwarna merah, 2 mm untuk lajur berwarna kuning, yang masing-masing dua buah lajur merah dan dua buah lajur kuning berada di sebelah kanan dan kiri, sedangkan di tengahnya dua buah lajur yang berwarna kuning.

Pita gantung dari Bintang Kartika Eka Pakci Pratama bercorak seperti dilukiskan pada gambar, berukuran lebar 35 mm pajang 55 mm berwarna dasar hijau tua, mempunyai lajur 5 buah berwarna merah dan kuning dengan lebar 4 mm untuk lajur berwarna merah, 2 mm untuk lajur berwarna kuning yang masing-masing 2 buah lajur merah dan 2 buah lajur kuning berada di sebelah kanan dan kiri, sedangkan di tengahnya sebuah lajur yang berwarna kuning.

Pita gantung dari Bintang Kartika Eka Pakci Nararya bercorak seperti dilukiskan pada gambar, berukuran lebar 35 mm pajang 55 mm berwarna dasar hijau tua, mempunyai lajur 4 buah berwarna merah dan kuning dengan lebar 4 mm untuk lajur berwarna merah, 2 mm untuk lajur berwarna kuning yang masing-masing 2 buah lajur merah dan 2 buah lajur kuning berada di sebelah kanan dan kiri.

Pita harian dari Bintang Kartika Eka Pakci berwarna sama dengan pita tersebut di atas dengan ukuran panjang 35 mm dan lebar 10 mm.

Bintang Jalasena

Bintang Jalasena adalah Bintang TNI Angkatan Laut dibagi dalam tiga kelas yaitu :

  1. Bintang Jalasena Utama
  2. Bintang Jalasena Pratama
  3. Bintang Jalasena Nararya

Kepada Anggota Angkatan Laut yang dibidang tugas-tugas kemiliteran menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan dan jasa-jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban tanpa merugikan tugas pokok yang disumbangkan khusus untuk kemajuan dan pembangunan Angkatan Laut, dan tetap setia serta tidak pernah mengkhianati Republik Indonesia, diberikan anugerah Bintang Jalasena.

Bintang Jalasena dibuat dari logam, berbentuk seperti dilukiskan pada gambar, ialah sebuah Bintang bersudut 8 dengan garis tengah 45 mm. Di sebelah muka Bintang tersebut terdapat sebuah perisai Lambang Angkatan Laut, serangkaian titik-titik rantai yang menghubungkan huruf JALESVEVA JAYAMAHE dengan ukuran lebar 2 mm melingkari Lambang Angkatan Laut. Bintang Jalasena tersebut digantungkan pada kaitan yaitu lukisan 5 kuntum bunga melati dengan 10 helai daun melati sebagai pengkait Bintang pada pita kalung dan pita gantung.

Bintang Jalasena Utama berwarna emas dan disertai sebuah Patra yang berbentuk dan berwarna sama, dengan ukuran lebih besar yaitu bergaris tengah 55 mm.

Bintang Jalasena Pratama berwarna perak, sedangkan perisai lambang Angkatan Laut berwarna emas.

Bintang Jalasena Nararya berwarna perak seluruhnya.

Di sebelah belakang Bintang dilukiskan tulisan Republik Indonesia.

Pita kalung dari Bintang Jalasena Utama bercorak seperti dilukiskan pada gambar, berukuran lebar 35 mm berwarna biru laut, mempunyai lajur 6 berwarna merah dan 5 lajur berwarna putih, masing-masing lajur berukuran 2 mm dan 2 lajur tepi kanan kiri berwarna biru laut masing-masing berukuran 6.5 mm.

Pita gantung dari Bintang Jalasena Pratama bercorak seperti dilukiskan pada gambar, berukuran lebar 35 mm panjang 55 mm berwarna dasar biru laut mempunyai lajur 11, terdiri dari 2 lajur terletak di kedua belah pinggir masing-masing berukuran 6.25 mm, berwarna biru laut, 5 lajur berwarna merah dan 4 lajur lagi berwarna putih masing-masing berukuran 2.5 mm.

Pita gantung dari Bintang Jalasena Nararya bercorak seperti dilukiskan pada gambar, berukuran lebar 35 mm mempunyai 9 lajur terdiri dari 2 lajur berwarna biru laut terletak pada kedua belah pinggir dengan ukuran lebar masing-masing 7 mm, dan di tengah terdapat 4 lajur berwarna merah dan 3 lajur lagi berwarna putih masing-masing berukuran 3 mm.

Pita harian dari Bintang Jalasena berwarna sama dengan pita tersebut di atas dengan ukuran panjang 35 mm dan lebar 10 mm.

Bintang Swa Bhuana Paksa

Bintang Swa Bhuwana Paksa adalah Bintang TNI Angkatan Udara dibagi dalam tiga kelas yaitu :

  1. Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama
  2. Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama
  3. Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya

Kepada Anggota Angkatan Udara yang dibidang tugas kemiliteran menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan dan jasa-jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban tanpa merugikan tugas pokok yang disumbangkan khusus untuk kemajuan dan pembangunan Angkatan Udara, dan tetap setia serta tidak pernah mengkhianati Republik Indonesia, diberi anugerah Bintang Swa Bhuwana Paksa.

Bintang Swa Bhuwana Paksa dibuat dari logam berbentuk seperti terlukis dalam gambar ialah sebuah Bintang bersudut 17 dengan garis tengah 55 mm untuk Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama, dan bergaris tengah 45 mm untuk Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya. Di sebelah Bintang dilukiskan Segi Lima merupakan simbol dari pada Angkatan Udara Republik Indonesia, yang berarti pula Pancasila. Di sebelah depan Segi Lima tersebut terlukis sebuah Perisai yang menyerupai Lingkaran, hal ini merupakan Kebulatan Tekad . Di depan perisai terlukis Lambang Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa.

Serangkaian Kapas dan Padi melingkari Perisai dan Segi Lima. Setangkai padi kiri dan kanan berjumlah 45 butir, sedang bunga Kapas kiri dan kanan berjumlah 8 buah. Hal ini melukiskan Proklamasi 17 Agustus 1945.

Pangkal Kapas dan Padi berkaitan di bawah Bintang sedang ujung butir padi bertemu di ujung Bintang bagian atas.

Jadi arti seluruhnya dari Swa Bhuwana Paksa bertekad bulat mengabdikan diri untuk Pancasila dan Proklamasi 17 Agustus 1945.

Bintang Swa Bhuwana Paksa tersebut digantungkan pada kaitan lukisan lima kuntum bunga tanjung sebagai pengait Bintang pada pita kalung dan pita gantung.

Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama berwarna emas seluruhnya dengan disertai Patra yang berbentuk dan berwarna sama dengan ukuran lebih besar, yaitu bergaris tengah 75 mm.

Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama berwarna emas seluruhnya perbedaan terletak pada pita gantungnya.

Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya berwarna emas seluruhnya perbedaan terletak pada corak pita gantungnya.

Di sebelah belakang Bintang dituliskan tulisan Republik Indonesia.

Pita kalung dari Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama berukuran lebar 35 mm berwarna dasar Air Force Blue mempunyai 6 lajur berwarna kuning emas dengan lebar 2 mm untuk masing-masing lajur.

Pita gantung dari Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama berukuran lebar 35 mm dan panjang 55 mm, berwarna dasar Air Force Blue dihiasi dengan 5 buah lajur berwarna kuning emas.

Pita gantung Swa Bhuwana Paksa Nararya berukuran lebar 35 mm dan panjang 55 mm, berwarna Air Force Blue, 4 buah lajur kuning emas.

Pada pint harian Bintang Swa Bhuwana Paksa, berwarna sama dengan pita tersebut di atas, dengan ukuran panjang 35 mm dan lebar 10 mm.

Bintang Bhayangkara

Bintang Bhayangkara adalah Bintang Kepolisian Negara Republik Indonesia dibagi dalam tiga kelas yaitu :

  1. Bintang Bhayangkara Utama
  2. Bintang Bhayangkara Pratama
  3. Bintang Bhayangkara Nararya

Bintang Bhayangkara Utama disertai Patra yang bentuk dan kombinasi warnanya sama dengan bintangnya, berukuran garis tengah 75 mm.

Kepada anggota Kepolisian Negara yang dibidang tugas kepolisian menunjukkan keberanian serta kebijaksanaan dan ketabahan luar biasa melampaui panggilan kewajiban tanpa merugikan tugas pokok, dengan senantiasa menjunjung tinggi hak-hak azasi rakyat dan Hukum Negara, sejak Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945 setia kepada Republik Indonesia dan tidak pernah menghianati perjuangan, serta memenuhi syarat-syarat umum untuk mendapat Bintang, diberikan anugerah Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara.

Bintang Bhayangkara berbentuk seperti dilukiskan dalam gambar, ialah sebuah bintang berhias yang bersudut lima dengan garis tengah 45 mm, di sebelah muka terdapat perisai Kepolisian.

Bintang Bhayangkara Utama mempunyai bintang dan hiasan sinar-sinar yang dibuat dari logam berwarna emas, sedangkan lingkaran yang terdiri dari padi dan kapas, pita dengan tulisan Bhayangkara dan ketiga bintang kecil serta perisai lambang Kepolisian dibuat dari logam berwarna perak.

Bintang Bhayangkara Pratama mempunyai bintang dan hiasan sinar-sinar yang dibuat dari logam berwarna perak, sedangkan lingkaran yang terdiri dari padi dan kapas, pita dengan tulisan Bhayangkara dan ketiga bintang kecil serta perisai lambang Kepolisian dibuat dari logam berwarna emas.

Bintang Bhayangkara Nararya dibuat seluruhnya dari logam berwarna perak.

Di sebelah belakang Bintang terdapat tulisan Republik Indonesia.

Pita untuk Bintang Bhayangkara Utama berupa Pita Kalung sedang untuk Bintang Bhayangkara Pratama dan Bintang Bhayangkara Nararya berupa Pita Gantung, yang mempunyai warna dasar hitam dan 6 lajur yang berwarna kuning untuk Bintang Bhayangkara Utama, 5 lajur berwarna kuning untuk Bintang Bhayangkara Pratama dan 4 lajur yang berwarna kuning untuk Bintang Bhayangkara Nararya.

Pita Kalung tersebut berukuran lebar 35 mm, sedangkan puta gantung berukuran lebar 35 mm dan panjang 40 mm.

Pita harian dari pada Bintang Bhayangkara berwarna sama dengan pita tersebut di atas dengan ukuran panjang 35 mm dan lebar 10 mm.

Bintang Garuda

Kepada anggota Angkatan Udara Republik Indonesia yang bertugas di udara di masa kegiatan-kegiatan penerbangan dalam jangka waktu antara tahun 1945 sampai dengan akhir tahun 1949 dan yang secara aktif telah melakukan tugas-tugas penerbangan diberikan anugerah tanda kehormatan berupa suatu bintang jasa yang bernama Bintang Garuda.

Bintang Garuda adalah bintang berlapis tiga, dibuat dari logam berwarna perunggu dengan garis tengah 48 mm :

  • Lapisan pertama sebagai dasar berbentuk bintang bersudut besar kecil sepuluh dengan tiap ujung sudut besar terdapat bulatan kecil;
  • Lapisan kedua berbentuk bundar dengan garis tengah 25 mm dan terdapat tulisan 1945 Garuda 1949
  • Lapisan ketiga berbentuk lukisan lambang Angkatan Udara Republik Indonesia ”SWA BHUWANA PAKSA” yang terdiri dari : seekor burung garuda yang menegakkan sayapnya setinggi-tingginya, 5 pucuk anak panah yang digenggam oleh cakar garuda, sebuah perisai dengan lukisan kepulauan Indonesia atas mana burung garuda berdiri ; api yang menyala menjilat-jilat mengepung perisai, sebuah karangan manggar melingkari garuda, masing-masing terdiri dari 17 buah.

Di sebelah belakang bintang terdapat tulisan ”Republik Indonesia”

Pita dari Bintang Garuda berukuran lebar 35 mm, panjang 52 mm, berwarna dasar biru tua dengan satu strip-tegak-putih perak di tengah-tengah yang lebarnya 8 mm dan di tengah-tengah pita dilekatkan suatu tanda berbentuk pesawat kecil dibuat dari logam berwarna perunggu.

Bintang Sewindu APRI

Bintang Medali Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia diberikan kepada anggota-anggota Angkatan Perang yang pada tanggal 5 Oktober 1953 masih berada dalam dinas aktif dan selama masa satu windu sejak diresmikan berdirinya Angkatan Perang Republik Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1945 hingga tanggal 5 Oktober 1953, terus menerus sebagai anggota Angkatan Perang menunjukkan kesetiaan, kesungguhan dan kelakuan serta budi pekerti yang baik dalam melakukan tugas dan kewajibannya untuk Nusa dan Bangsa.

Bintang Medali Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia berbentuk sebuah medali bersudut delapan beraturan yang dibuat dari perunggu sepuh emas dengan ukuran lebar tiga puluh empat milimeter, di tengah-tengah dalam lingkaran pita dengan kata-kata ”Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia”, dilukiskan seekor burung Garuda dengan lukisan sebuah bintang bersudut lima di atas kepalanya, delapan bintang kecil bersudut lima dalam lingkaran pada dadanya, dan sebuah rantai, yang terdiri dari tiga mata rantai dalam cengkeramannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: