Satu Keluarga

Satu keluarga

Sera adalah putri tunggal Pak John. Dia tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah di pinggiran kota. Meski ibunya telh meninggal dunia,Sera tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari ayahnya. Sera tumbuh menjadi anak yang pandai,baik hati,serta ramah kepada semua orang. Setelah Pak John menikah dengan Bibi Tricia. Bertambahlah penghuni rumah Sera. Bibi Tricia dan Lisa putri tunggalnya,akan tinggal bersama mereka. Itu berarti Sera bersaudara dengan Lisa. “Sera,sekarang kamu tidak akan merasa kesepian lagi. Lisa akan menjadi teman baikmu ?!” kata Pak John ketika memperkenalkan Bibi Tricia dan Lisa. “Mulai sekarang kamu memanggil Bibi Tricia dengan sebutan Mama. Dan Lisa memanggil paman dengan sebutan Papa .” Sera dan Lisa mengangguk,keduanya saling berjabat tangan dan tersenyum. Setelah perkenalan itu,Sera dan Lisa menjadi akrab. Apalagi mereka bersekolah di sekolah yang sama. Akan tetapi suasana itu hanya berlangsung beberapa hari saja. Lisa yang usianya satu tahun lebih tua merasa iri pada Sera. Di sekolah Sera sangat pandai,dia juga mempunyai banyak teman. Belum lagi jika di rumah,awalnya Lisa senang karena Sera bisa menerima kehadirannya dan ibunya. Tapi lama kelamaan Lisa menjadi kesal melihat kedekatan antara Sera dengan ibunya. Selain itu,Lisa juga merasa iri terhadap kedekatan Sera dengan David. David adalah teman kecil Lisa dan baru-baru ini ia pindah di sekolah yang sama dengan Lisa dan Sera. Meskipun mereka tidak pernah bertengkar,suasana dingin selalu menghiasi hubungan keduanya. Suatu hari Sera mendapat sebuah jam tangan dari David sebagai hadiah ulang tahunnya. Dia selalu memakainya kemanapun ia pergi. Sampai-sampai hal itu sering kali membuat Lisa kesal. Disuatu sore yang cerah, Sera terlihat sibuk membersihkan jam tangan pemberian David. Kemudian Lisa yang dari tadi mengawasi Sera pun menghampirinya. “Sera,sedang apa kau ?” tanya Lisa ingin tahu. “Ini aku sedang membersihkan jam tanganku .” jawab Sera tanpa melihat kearah Lisa karena sedang sibuk membersihkan jam tangannya. “Sepertinya kamu sangat menyukai jam itu ?” tanya Lisa lagi tapi kali ini dengan nada sinis. “ah..kau ini ada-ada saja Lisa” jawab Sera dengan raut wajah memerah. Begitulah perbincangan mereka. Lisa selalu saja mendesak Sera dengan pertanyaan- pertanyaan yang agak menyulitkan Sera,tetapi untungnya Sera tidak terlalu menanggapi dengan serius. Di sekolah,ketika jam pelajaran olahraga,Sera menyimpan jam tangannya di dalam tas. Sera takut kalau jam tangannya sampai lecet bahkan rusak. Saat Sera menyimpan jam tangannya tanpa disengaja Lisa mengetahuinya. Kemudian setelah Sera meninggalkan kelasnya,diam-diam Lisa masuk kedalam kelas dan mengambil jam tangan Sera dari tasnya. Lalu Lisa mencoba untuk memakainya,tetapi saat akan memakainya Lisa tidak sengaja menjatuhkannya ke lantai. Dengan penuh kekhawatiran Lisa mengambilnya dan kemudian memeriksa apa ada yang pecah atau tidak. Untung saja tidak ada yang pecah,hanya saja kaca jamnya sedikit retak,mengetahui hal itu Lisa segara mengembalikannya lagi ke dalam tas Sera kemudian pergi untuk menenangkan dirinya. Setelah beberapa saat Lisa menenangkan dirinya,ia kembali ke kelas. Lisa benar-benar terkejut melihat keadaan seisi kelas. Semuanya sedang mengelilingi bangku Sera,dan dilihatnya Sera sedang menangis. Lalu dengan hati-hati Lisa mendekati Sera. “Em..Sera ada apa ?” tanya Lisa pura-pura bingung. “Jam tanganku rusak. Hhu..hu..hu..” jawab Sera dengan suara tersedu-sedu. “Memangnya mengapa jam tanganmu bisa rusak ?” tanya salah seorang teman Sera. “Aku tidak tahu,tadi waktu aku menyimpannya di dalam tas aku yakin jamku baik-baik saja ! Tapi sekarang jadi seperti ini .” kata Sera. “Mm..sudahlah Sera. Lagi pula David belum tentu akan memarahimu ,kamu kan tidak sengaja ?!” seru Lisa mencoba memecahkan masalah. “Iya mungkin kau benar. Tapi bukan itu masalahnya Lisa ?!” kata Sera yang kemudian melanjutkan tangisnya. Lisa pun hanya bisa menenangkan saudarinya itu . Sewaktu makan malam,Sera tidak terlihat dimeja makan. Pak John dan Bibi Tricia pun bingung. “Lisa,dimana Sera?” tanya Pak John. “Apa Sera ada masalah?” tanya Bibi Tricia khawatir. “Em..sepertinya hari ini Sera kurang enak badan.” jawab Lisa asal. Setelah makan malm,Lisa menghampiri Sera dikamarnya. “Sera,ini aku bawakan makan malammu. “ kata Lisa sambil meletakkan makanannya di meja. “Terima kasih,Lisa” kata Sera. “Kamu menangis ??” Sera pun langsung menyeka air matanya ketika mendengar ucapan Lisa tadi. “Kamu masih memikirkan kejadian tadi ?” tanya Lisa lagi. Sera hanya mengangguk. “Sera,itu hanya sebuah jam tangan. Dan kamu bisa menggantinya dengan yang baru nanti .” ucap Lisa. “Kau tidak mengerti masalahnya Lisa !” kata Sera. “Masalah apalagi sih,Sera ? Apa karena itu hadiah dari David ?” tnya Lisa dengan nada kesal. “Mungkin ucapanmu ada benarnya,tapi- “ belum selesai Sera memberi penjelasan,Lisa memotong pembicaraan mereka. “Sudahlah Sera,mengaku saja kalau memang itu alasanmu.” “Ah..sudah,aku lelah bicara denganmu ?!” setelah puas mengeluarkan semua isi hatinya pada Sera,Lisa pun kembali ke kamarnya. ~ Hhu..Sera benar-benar keterlaluan. Kenapa sih ia tidak bicara terus terang kepadaku kalau ia menyukai David. Tahu begini,aku tidak perlu menyesali perbuatanku padanya.~ Gerutu Lisa dalam hati. Besoknya setelah peristiwa jam tangan itu,Sera pergi ke sekolah seperti biasanya. Dia memberanikan diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi nanti. Selama perjalanan ke sekolah wajah Sera terlihat murung. ~David pasti akan marah padaku,bagaimana aku bisa yakin kalau David tidak akan marah padaku. Lisa saja kesal padaku ! Ah..pokoknya aku harus mencoba meyakinkan David mengenai masalah ini.~ Batin Sera dalam hati. Setibanya disekolah,Sera langsung menuju ke kelas David untuk Setelah berkeliling Sera menemukan David sedang membaca buku di taman sekolah. Kemudian ia menghampiri David. “David,boleh aku bicara ?” tanya Sera memberanikan diri. “Apalagi sih yang ingin kau bicarakan denganku ?” jawab David dengan ketus. “Masalah kemarin,jam tangan itu !” mulai Sera. “A..aku benar-benar minta maaf karena aku tidak bisa menjaganya untukmu,dan aku-” sebelum Sera selesai bicara David segera memotong pembicaraan mereka. “Sudahlah,Sera. Aku sudah terlanjur kecewa padamu. Padahal aku sudah memberimu kepercayaan,tapi lihat apa yang kau lakukan ? Kau benar-benar membuatku kecewa.” kata David dengan mata berkaca-kaca. Kemudian dia pergi meninggalkan Sera. Sera pun hanya terdiam,kemudian menangis meratapi nasibnya. ~Mengapa semua ini bisa terjadi..? Kenapa semua orang membenciku ? Apa salahku ?~ Batin Sera dalam hati. Setibanya dirumah,ketika jam makan siang. Sera duduk dimeja makan bersama Bibi Tricia dan Lisa. Saat makan,Sera malah melamun saja. Dan hal ini diketahui oleh Bibi Tricia,Bibi Tricia pun heran atas sikap Sera. “Sera,apa kau baik-baik saja ?” tanya Bibi Tricia. Tapi Sera tidak menjawab,ia masih melanjutkan lamunannya. “Sera,kau baik-baik saja ?” tanya Bibi Tricia lagi dengan nada suara agak keras. “a..ah..i..iya !!Ada apa,Ma ?” tanya Sera setelah sadar dari lemunannya. “Mama cuma tanya,apa kau baik-baik saja ? Karena dari tadi Mama perhatikan kamu tidak menyentuh makan siangmu sama sekali. “ kata Bibi Tricia lagi. “Mm..ya tentu aku baik-baik saja ! Aku sedikit kehilangan nafsu makan. Sepertinya aku harus permisi ke kamar dulu,Ma” kata Sera menyudahi pembicaraan mereka. Bibi Tricia masih terheran-heran dengan sikap Sera saat itu. Kemudian ia melihat ke arah Lisa yang dari tadi hanya sibuk makan dan makan. “Lisa,kenapa Sera ?” tanya Bibi Tricia pada Lisa. Lisa mengangkat bahunya seakan-akan menandakan rasa ketidak tahuannya. “Lisa apa kamu menyembunyikan sesuatu ?” tanya Bibi Tricia sedikit curiga. “Kenapa sih mama menuduhku seperti itu ?” sahut Lisa sewot. “Aku tidak harus mengetahui apapun yang terjadi padanya,kan ?” kata Lisa lagi seraya meninggalkan Bibi Tricia. Saat makan malam,Sera tidak tampak dimeja makan. Pak John pun merasa curiga,karena bakan hanya kali ini saja putrinya itu tidak hadir pada jam makan malam. “Tenang saja,aku akan menemuinya di kamar ?!” kata Bibi Tricia mencoba menenangkan suasana hati Pak John. “Kalian berdua teruskan saja makannya !” imbuh Bibi Tricia. Kemudian ia menghampiri Sera dikamarnya. Tok..tok..tok.. . Terdengar suara pintu kamar Sera diketuk. Lalu Bibi Tricia pun masuk setelah dipersilahkan masuk oleh Sera. “Apa mama mengganggumu ?” tanya Bibi Tricia memulai pembicaraannya. “Mm..tidak kok. Ada apa mama kesini ?” tanya Sera. “Hari ini kau terlihat sedikit murung,apa kau ada masalah ?” tanya Bibi Tricia sambil membelai kepala Sera. “Em..mm..tidak kok,Ma ! Aku baik-baik saja.” jelas Sera. “Baiklah,kalau kau memang belum mau menceritakannya pada mama. Tapi kalau kau sudah siap,mama pasti akan siap mendengarkan ceritamu !” seru Bibi Tricia dengan diangguki Sera,seraya berjalan meninggalkan kamar Sera. Sebenarnya,Sera sangat ingin menceritakan masalahnya pada Bibi Tricia. Tapi sayang Sera tidak bisa melakukannya. Keesokkan harinya,disekolah. Sera sangat merasa kesepian,karena Lisa dan David memusuhinya. Ketika Sera pergi ke kantin,dia melihat Lisa dan David sedang ngobrol berdua. Mereka terlihat sangat akrab. Kemudian Sera pun mengurungkan niatnya untuk makan di kantin,dan memutuskan untuk pergi karena Sera bermaksud tidak ingin mengganggu mereka berdua. Dan sejak peristiwa itu,David menjauhi Sera. David merasa kalau Sera tidak bisa menepati janjinya. Karena peristiwa itu,David pun menjadi dekat dengan Lisa. Beberapa hari ini Sera tidak masuk sekolah.Sebenarnya Lisa merasa kasihan terhadap Sera,tetapi Lisa jadi merasa kesal jika harus mengingat kejadian kemarin. Suatu hari,ketika Lisa dan David sedang ngobrol,Lisa menanyakan alasan mengapa David bisa begitu marah kepada Sera. “David,kenapa kamu begitu marah kepada Sera?” tanya Lisa. “Hmm..apa kau masih ingat dengan Jeany ?” Lisa mencoba mengingat-ingatnya,kemudian ia menganggukkan kepalanya. “Kau tahu tidak kalau jam itu merupakan hadiah dari ibuku untuknya. Tepatnya,sebelum ia meninggal ?” kata David sambil mengenang adiknya itu. “Dan sekarang Sera telah merusaknya .” lanjut David. Mendengar ucapan David tersebut,hati Lisa jadi merasa bersalah kepada Sera dan juga David. Lisa sungguh tidak menyangka bahwa ia telah berbuat jahat kepada sahabatnya itu. “David maafkan aku ?! Sebenarnya ini semua bukan salah Sera. Ini semua salahku. Akulah yang telah merusak jam pemberianmu .” kata Lisa sambil mengeluarkan air mata. “Jadi kau yang telah merusaknya?” tanya David tidak percaya. “tapi kenapa kau melakukannya?” “Aku iri pada Sera karena ia bisa berteman denganmu . Sedangkan aku…? Ah,sudahlah David tidak perlu dibahas. Yang penting kau mau memaafkanku ?” tanya Lisa penuh harap. Setelah agak lama berfikir,David pun mengangguk setuju. Kemudian mereka berdua pun segera menemui Sera untuk minta maaf. Tetapi saat di perjalanan Bibi Tricia memberi kabar kalau Sera masuk Rumah Sakit. Segeralah Lisa dan David menyusul. Setibanya di rumah sakit,Bibi Tricia mengatakan bahwa Sera akan baik-baik saja. Hati Lisa pun agak sedikit lega mendengar penuturan ibunya itu. Kemudian Lisa dan David pun masuk untuk menengok keadaan Sera. “Sera maafkan aku..aku sudah jahat padamu. Aku telah membuat David marah padamu,aku pantas untuk kau hukum .” kata Lisa sambil berurai air mata. “Lisa ada apa ini ? Kenapa kamu menangis?” tanya Sera. “Sebenarnya akulah yang merusak jam pemberian David. Aku sangat iri melihat kedekatanmu dengan David. Tapi,sungguh aku tidak sengaja merusaknya..ketika aku mau memakainya tiba-tiba saja jam itu-” belum sempat Lisa menyelesaikan pembicaraannya,Sera pun menengahi. “Sudah Lisa..aku tidak marah padamu kok ! Lagi pula tanpa kamu minta maaf aku sudah memaafkanmu sejak dulu. Mungkin memang aku agak kecewa padamu,tapi kau sudah mau mengakui kesalahanmu . Dan aku sangat menghargai itu. Bukankah kita satu keluarga?” kata Sera. “Sera..kau memang saudara sekaligus sahabat terbaik yang pernah ku miliki.” mereka pun berpelukan bahagia. Tapi karena saking asyiknya Lisa melupakan David yang dari tadi sedang menunggu gilirannya. Kemudian David mendekat kearah Sera. “Sera maafkan aku. Seharusnya aku tidak-” Sera pun kembali menengahi “Sudahlah David tidak apa-apa. Seharusnya aku yang minta maaf padamu karena aku tidak bisa menepati janjiku padamu .” kata Sera “Mm..aku mengerti.” jawab David penuh pengertian. “Jadi..apa kita masih menjadi teman ?” tanya Lisa ragu “Tidak.” Lisa dan David pun terkejut mendengar ucapan Sera. Kemudian sambil tersenyum nakal Sera melanjutkan pembicaraannya “Tentu kita tidak akan berteman. Bukankah kita akan menjadi sahabat untuk selamanya ?” Lisa dan David pun saling pandang dan kemudian tersenyum. Pak John dan Bibi Tricia pun ikut bahagia melihat peristiwa mengharukan itu. Dan sejak saat itu tidak pernah ada lagi perselisihan di rumah Pak John.

Karangan : Dita Ristanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: