Perubahan Fisika & Kimia

  1. A. PERUBAHAN FISIKA

Perubahan fisika dapat diamati pada lingkungan di sekitar kita. Apa contoh perubahan fisika tersebut? Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita simak pembahasan berikut :

  1. 1. Beberapa Perubahan Fisika di Sekitar Kita

Mungkin di daerahmu terdapat sungai yang memiliki batuan dari berbagai ukuran. Batuan tersebut ada yang besar, ada pula yang kecil. Arus sungai yang deras menerpa dan menghanyutkan batuan tersebut sehingga pecah menjadi batuan-batuan yang lebih kecil. Pecahan-pecahan batuan ini memiliki sifat yang sama dengan batuan semula. Sebagai contoh, pecahan batuan dan batuan semula tetap keras, serta bahan penyusunnya pun sama. Peristiwa pecahnya batuan tergolong perubahan fisika.

Udara yang kita hirup setiap hari merupakan hasil perubahan fisika. Udara terdiri dari berbagai macam gas, misalnya gas oksigen, nitrogen, dan argon. Gas-gas ini bercampur secara fisika membentuk udara. Udara yang telah terbentuk dapat diuraikan menjadi zat penyusunnya melalui proses destilasi.

Ketika kamu menjemur pakaian juga terjadi perubahan fisika. Pakaian yang semula basah lama-kelamaan kering karena mendapat panas matahari. Panas matahari menguapkan air yang terdapat pada pakaian. Perubahan dari air menjadi uap air tergolong perubahan fisika.

Ketika kita membuat minuman teh juga terjadi perubahan fisika. Pada saat itu kita mencampur gula dengan air teh. Setelah diaduk beberapa lama, butiran gula menghilang dan timbul rasa manis. Adanya rasa manis menunjukkan bahwa zat gula sebenarnya tidak hilang, melainkan masih terdapat dalam air teh.

Perubahan fisika juga dapat diamati ketika kita merebus air, membuat es batu, air mengalami perubahan wujud dari cairan menjadi padatan. Ketika kita menggoreng masakan dengan margarine, terjadi perubahan wujud dari padatan menjadi cairan.


  1. 2. Sebab-sebab Terjadinya Perubahan Fisika

Perhatikan kembali beberapa contoh perubahan fisika yang sudah dibahas di atas. Ternyata, perubahan fisika dapat diakibatkan oleh beberapa hal. Pertama, perubahan fisika berupa perubahan wujud. Kedua, perubahan fisika karena pencampuran benda. Ketiga, perubahan fisika karena benda dipotong atau dibelah.

Perubahan wujud telah dipelajari di Kelas 1. perubahan wujud mencakup perubahan dari padat ke cair (disebut mencair atau meleleh), cair ke gas (menguap), gas ke cair (mengembun), cair ke padat (membeku), dan padat ke gas (menyublim). Semua perubahan wujud ini terjadi karena benda menerima atau melepaskan panas. Mencair (misalnya, es menjadi air), menguap (air menjadi uap air), dan menyublim (kapur barus menjadi gas) terjadi karena benda menerima panas. Sebaliknya, membeku (air menjadi es batu) dan mengembun (uap air menjadi air) terjadi karena benda melepaskan panas.

Pencampuran tergolong perubahan fisika selama benda-benda yang bercampur tidak bereaksi. Contohnya : mencampur gula dengan air, mencampur pasir dengan gula, dan mencampur serbuk besi dengan serbuk belerang. Benda-benda yang bercampur ini masih dapat dipisahkan satu sama lain. Namun, bila pada pencampuran tersebut timbul suatu reaksi kimia maka tergolong perubahan kimia. Contohnya : magnesium dicampur dengan asam klorida menghasilkan magnesium klorida dan gas hidrogen, serta natrium dicampur dengan air menghasilkan natrium hidroksida dan gas hidrogen.

Memecahkan atau membelah benda juga tergolong perubahan fisika. Contohnya : membelah kayu dan memotong kertas. Pada perubahan tersebut tidak terbentuk zat yang baru. Kayu semula memiliki sifat yang sama dengan kayu yang sudah dibelah. Demikian pula, kertas semula memiliki sifat yang sama dengan kertas yang sudah dipotong.

  1. B. PERUBAHAN KIMIA

Seperti halnya perubahan fisika, perubahan kimia dapat kita amati di alam dan di lingkungan sekitar kita. Perubahan kimia seringkali disebut reaksi kimia. Apa contoh perubahan kimia? Bagaimana ciri-cirinya? Mari kita simak pembahasannya.

  1. 1. Beberapa Perubahan Kimia di Sekitar Kita

Setiap hari kita melihat tumbuhan hijau di halaman rumah, halaman sekolah, atau di pinggir jalan. Pernahkah kamu membayangkan terjadinya perubahan kimia pada tumbuhan hijau?

Jika kita amati, sebagian dedaunan pada tumbuhan yang menguning, sebagian lagi mengering, layu dan berwarna kecoklatan. Daun yang berwarna kecoklatan lama-lama akan jatuh. Sehingga di sekitar tumbuhan biasanya berserakan daun-daun kering. Proses daun yang menguning kemudian berubah menjadi kecoklatan termasuk perubahan kimia.

Proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan hijau juga merupakan contoh perubahan kimia. Proses fotosintesis terjadi pada tumbuhan hijau. Pada proses ini, air dan karbon dioksida diubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari. Reaksi kimia yang terjadi digambarkan sebagai berikut :

Air + karbon dioksida à glukosa + oksigen

Glukosa yang dihasilkan pada proses fotosintesis dapat digunakan sebagai sumber energi untuk proses respirasi pada tumbuhan. Selain itu, glukosa juga disimpan sebagai cadangan makanan, misalnya pada umbi-umbian dan buah-buahan. Dengan demikian, cadangan makanan dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain. Sementara itu, oksigen yang dilepaskan oleh tumbuhan dapat digunakan oleh makhluk hidup lain untuk bernapas.

Perubahan kimia juga terjadi dalam kehidupan makhluk hidup lain, yaitu hewan dan manusia. Pertumbuhan dan perkembangan hewan dan manusia tidak lepas dari perubahan-perubahan kimia yang terjadi di dalam tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan ini melibatkan banyak sekali perubahan-perubahan kimia yang berbeda. Sebagai contoh pada proses pencernaan makanan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan diolah dan dicampur dengan zat-zat lain yang dihasilkan oleh tubuh. Hasilnya, digunakan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, proses pernafasan juga melibatkan proses kimia. Oksigen yang masuk ke dalam tubuh akan digunakan untuk berbagai macam proses kimia.

Perubahan kimia juga dapat dilakukan di laboratorium. Laboratorium merupakan salah satu tempat dimana perubahan kimia banyak terjadi. Dalam pengamatan di laboratorium, kita dapat melihat zat-zat baru yang terbentuk akibat perubahan kimia. Perubahan kimia dapat ditandai dengan adanya pembentukan gas, pembentukan endapan, perubahan warna, dan perubahan energi. Perhatikan beberapa contoh berikut :

  1. a. Pembentukan gas

Gas dapat terbentuk bila kita tambahkan kapur tulis kedalam larutan asam klorida. Gas tersebut adalah karbon dioksida.

  1. b. Pembentukan endapan

Suatu larutan dapat bereaksi dengan larutan lain membentuk endapan (padatan). Reaksi ini disebut reaksi pengendapan. Sebagai contoh, reaksi antara larutan kalsium nitrat dengan larutan natrium karbonat. Bila kedua larutan ini dicampur, maka akan terbentuk endapan kalsium karbonat yang berwarna putih.

  1. c. Perubahan warna

Perubahan warna dapat menunjukkan telah terjadinya perubahan kimia. Perhatikan ketika kamu membakar kertas. Semula kertas berwarna putih, tetapi setelah dibakar berubah menjadi arang dan timbul asap pada saat api padam. Contoh lainnya, tembaga karbonat (berwarna hijau) yang bila dipanaskan akan berubah menjadi tembaga oksida (berwarna kehitaman) dan gas karbon dioksida.

  1. d. Perubahan energi

Ketika terjadi perubahan kimia, energi yang dimiliki oleh suatu zat berubah. Energi tersebut bisa bertambah atau berkurang. Energi yang dimiliki oleh zat bertambah bila zat itu menerima energi dari lingkungannya. Sebagai contoh reaksi fotosintesis pada tumbuhan hijau yang telah disebutkan di atas. Energi didapatkan tumbuhan dari sinar matahari. Contoh lain ketika memasak makanan. Energi panas diterima makanan sehingga menjadi matang. Sebaliknya, energi yang dimiliki oleh zat berkurang bila zat itu melepaskan energi ke lingkungannya. Sebagai contoh, kembang api yang dibakar melepaskan energi panas ke lingkungan, yaitu udara di sekitar kembang api.

Bagaimana dengan perubahan kimia yang terjadi di rumahmu? Kita mungkin tidak menyadari bahwa banyak sekali perubahan kimia yang terjadi di rumah kita. Sebagai contoh, ketika kita menggoreng telur. Telur matang memiliki warna dan wujud yang berbeda dengan telur mentah. Telur mentah yang semula berwujud cair berubah menjadi padat ketika sudah matang. Putih telur yang semula bening atau tidak berwarna berubah menjadi putih. Bahkan putih telur berwarna kecoklatan di bagian pinggirnya bila digoreng terlalu lama.

Perubahan kimia juga terjadi pada keadaan berikut ini. Pada suatu malam listrik di rumah kita padam. Apa yang akan kita lakukan? Biasanya kita menyalakan korek api untuk menyulut lilin. Ketika korek api dinyalakan maka terjadi perubahan kimia. Api membakar batang korek api menjadi arang yang berwarna kehitaman.

Perhatikan pagar besi yang ada di rumah atau sekolahmu. Adakah bagian besi yang berkarat? Karat pada besi terjadi akibat reaksi kimia antara besi dengan oksigen dan uap air di udara. Pembentukan karat pada besi juga termasuk perubahan kimia.

Setiap hari kita melihat mobil atau sepeda motor melintasi di jalan raya. Mesin mobil membutuhkan bahan bakar, misalnya bensin atau solar. Bensin yang bercampur dengan udara dibakar didalam mesin mobil sehingga timbul panas. Energi hasil pembakaran sebagian digunakan untuk menggerakkan mobil. Zat baru yang dihasilkan dari pembakaran tersebut dibuang melalui knalpot sebagai gas buang.

  1. 2. Sebab-sebab Terjadinya Perubahan Kimia

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa contoh perubahan kimia. Perubahan kimia dapat diakibatkan oleh beberapa hal. Pertama, perubahan kimia dapat terjadi akibat pembakaran. Kedua, perubahan kimia dapat terjadi karena pencampuran zat. Ketiga, perubahan kimia dapat juga terjadi akibat adanya aliran listrik.

Perubahan kimia akibat pembakaran dapat diamati pada pembakaran kertas atau pembakaran kayu untuk bahan bakar. Pada perubahan kimia ini, energi panas diberikan pada zat sehingga terbentuk zat baru. Pada pembakaran kertas dan kayu, zat baru yang terbentuk adalah arang (mengandung karbon), dan gas yang lepas sebagai asap.

Perubahan kimia dapat juga terjadi akibat pencampuran dua macam zat atau lebih yang menghasilkan zat baru. Sebagai contoh natrium hidroksida dicampur dengan asam klorida membentuk natrium klorida dan air.

Perubahan kimia dapat terjadi akibat adanya aliran listrik. Sebagai contoh ketika mengisi ulang aki kendaraan. Aliran listrik mengakibatkan reaksi kimia dalam aki, sehingga aki dapat digunakan kembali.

  1. C. CIRI-CIRI PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA

Kita telah melihat contoh-contoh perubahan fisika, kemudian melakukan kegiatan diatas. Mari kita ambil contoh perubahan fisika yang sederhana. Ketika kita membuat es batu, air mengalami perubahan wujud dari cairan menjadi padatan. Air tidak membentuk zat baru. Padatan es batu dapat dikembalikan lagi ke bentuk cairnya jika dipanaskan atau dibiarkan saja pada suhu kamar.

Bagaimana dengan perubahan kimia? Perhatikan kembali berbagai perubahan kimia yang sudah dibicarakan di atas. Apakah besi yang telah berkarat dapat diubah kembali menjadi besi yang baru? Apakah kertas yang sudah terbakar dapat dikembalikan menjadi kertas yang semula? Besi yang sudah berkarat tentu tidak dapat dikembalikan menjadi besi yang baru. Besi yang berkarat merupakan zat baru yang berbeda dengan besi baru. Demikian pula, batang korek api yang sudah menjadi arang tidak dapat dikembalikan menjadi batang korek api yang baru. Arang merupakan zat baru yang sifatnya berbeda dengan batang korek api yang baru.

Tetapi, ada juga perubahan kimia yang dapat dikembalikan ke keadaan semula. Sebagai contoh, gas oksigen dan gas hidrogen dapat bereaksi membentuk air. Air yang terbentuk dapat dielektrolisis menghasilkan gas oksigen dan gas hidrogen kembali. Namun demikian, secara umum perubahan kimia sulit kembali ke keadaan semula.

Dari beberapa contoh perubahan fisika dan kimia yang telah dibahas, maka dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Perubahan fisika tidak menghasilkan zat yang baru. Perubahan fisika bersifat timbal balik, artinya dapat kembali ke keadaan semula.
  2. Perubahan kimia menghasilkan zat yang baru. Secara umum, zat baru yang terbentuk sulit kembali ke keadaan semula.

INFORMASI

Perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dan industri.

Industri kimia memanfaatkan reaksi kimia untuk mengubah bahan-bahan alami yang relatif murah menjadi produk-produk yang kita perlukan. Misalnya, mengubah minyak bumi menjadi plastik, detergen, atau obat-obatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering menggunakan reaksi kimia untuk berbagai tujuan. Misalnya, memasak dan membuat kue.

  1. D. SIFAT MATERI : SIFAT FISIKA DAN SIFAT KIMIA

Berkaitan dengan jenis perubahan materi, sifat materi dibedakan atas sifat fisika dan sifat kimia. Sifat fisika adalah semua sifat yang berkaitan dengan penampilan atau keadaan fisik materi. Misalnya, wujud, warna, aroma, kekerasan, titik leleh, titik didih, indeks bias, dan daya hantar. Sifat kimia adalah semua sifat materi yang berkaitan dengan perubahan kimia yang dapat dialami oleh suatu zat. Misalnya, dapat terbakar, berkarat, dan berbagai reaksi lain. Dapatkah kamu menyebutkan sifat fisis dan sifat kimia dari air, minyak, dan besi?

Sifat materi dapat pula digolongkan ke dalam sifat ekstensif atau sifat intensif. Sifat ekstensif adalah sifat yang bergantung pada jumlah. Misalnya massa dan volume. Sifat intensif adalah sifat yang tidak bergantung pada jumlah. Misalnya, warna, rasa, massa jenis, dan wujud. Sifat fisis dapat berupa sifat ekstensif atau sifat intensif, tetapi semua sifat kimia tergolong sifat intensif.

Contoh soal : Mengenali sifat fisika dan sifat kimia

Manakah diantara pernyataan berikut ini yang merupakan sifat fisika dan manakah yang merupakan sifat kimia dari tembaga ?

  1. Meleleh pada suhu 1.284 0C
  2. Memiliki massa jenis 8,96 g/cm3
  3. Merupakan konduktor listrik dan panas yang baik
  4. Berubah menjadi kehijauan jika dicampur dengan klorin
  5. Dapat ditempa

Jawab :

Sifat kimia zat berkaitan dengan perubahan kimia yang dialami oleh zat itu. Semua sifat yang tidak berkaitan dengan pembentukan zat baru merupakan sifat fisika.

  1. Meleleh pada 1.284 0C, merupakan sifat fisika sebab ketika tembaga meleleh tidak berubah menjadi zat lain.
  2. Massa jenis 8,96 g/cm3, tergolong sifat fisika sebab tidak berkaitan dengan perubahan tembaga menjadi zat lain, hanya menggambarkan keadaan fisiknya.
  3. Merupakan konduktor listrik dan panas yang baik, juga merupakan sifat fisika.
  4. Berubah menjadi kehijauan ketika dicampur dengan klorin, merupakan sifat kimia karena menyatakan terjadinya reaksi dengan klorin membentuk zat baru yang berwarna kehijauan.
  5. Dapat ditempa, merupakan sifat fisika.
About these ads

18 Tanggapan

  1. Penting neee,,,,,

  2. thanks… sanngat terbantu dengan artikel ini…

  3. makasih kang info nya

  4. thanks bgt yah

  5. thankssssssssssssss

  6. tengss

  7. kurang lengkap bnget artikelnya ini dan yang sya cari tentang contoh perubahan fisika ke kima, kok yang keluar tentang pengertianya sihh

  8. Thanks artikel nya.

    Sangat membantu plajaran fisika

  9. kan kok bisa pintar kayak gitu??
    tukeran otak dong mau?? heheheheh ^_^

  10. Thanks ya…….
    Sangat membantu plajaran fisika

  11. aku suka bgt yang kaya’ gini ,
    keterangan gak terlalu panjang . dan bikin ngerti .
    thanks bgt yaaa…
    moga tugas kimia besok dapat nilai tinggi.
    amiinnn…

  12. lumyan lengkap cuman masih ada yg kurang perubahan kimia fermentasi terus sama yang lain ngga disebutin……

  13. Thankzsz ya udh bntw kmi… I like you

  14. thank ya…..
    prku da siap!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  15. makasih tapi kurang lengkap,contohnya…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: